Open Source Software (OSS) tidak identik dengan GRATIS tapi memungkinkan pengguna untuk melakukan perubahan terhadap software tersebut karena kode sumber-nya disertakan.
Free and Open Source Software (FOSS) adalah OSS yang betul-betul GRATIS.
OSS dan FOSS tidak hanya ada di LINUX.
Semangat awal semuanya adalah dari gerakan GPL (General Public License) yakni semangat untuk SALING BERBAGI (Free Software).
Free Software tidak selalu harus Open Source. Itu ibarat orang memberi ikan tidak selalu harus memberi kailnya pula. Oleh sebab itu menurut saya, FOSS lebih tepat merupakan kependekan dari Free and/or Open Source Software.
Free Software yang disertai dengan Open Source didasari pemikiran penggagasnya agar itu dapat dikembangkan/disempurnakan oleh yang lain sehingga selain gratis itu juga berkualitas.
Tidak sedikit FOSS yang dipandang performanya kurang baik atau fiturnya kurang lengkap oleh sejumlah pengguna (yang perlu lebih) tapi boleh jadi itu dipandang cukup oleh pembuatnya atau oleh sejumlah pengguna (yang butuhnya cuma seperti itu). Tidak sedikit pula FOSS yang performanya baik dan fiturnya lengkap.
Memberikan kritisi terhadap suatu FOSS, yang dipandang performanya kurang baik atau fiturnya kurang lengkap, sah-sah saja tapi lebih bijak jika itu diungkapkan dalam bentuk usulan atau saran.
Menjelekkan suatu FOSS, yang dipandang performanya kurang baik atau fiturnya kurang lengkap, sebaiknya jangan dilakukan. Walau bagaimana pun kita harus menghargai sumbang-karya pembuatnya bagi perkembangan FOSS. Bagi yang tetep mau menjelekkan suatu FOSS cobalah buat dulu software sejenis itu yang lebih baik.
Btw, pernahkah kita berfikir dari mana para pengembang FOSS mencukupi kubutuhan hidupnya? 